*6
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Manusia Paling Kaya


Manusia adalah mahluk yang suka mengeluh, tidak pernah puas. Selalu menginginkan apa saja yang belum dimiliki, meskipun sudah memiliki yang lebih dari orang lain.

Manusia ingin merasa lebih dari siapapun, berlomba-lomba menunjukan kekayaan, kekayaan yang hanya mereka ukur dari materi, harta, jabatan. Manusia lebih suka membanding-bandingkan hidupnya dengan orang yang lebih baik darinya. Ketika sesuatu yang diinginkan tidak terwujud, dengan mudahnya mengutuk dirinya sendiri, putus asa, berkeluhkesah

 بِما قَسَمَ الله لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النّاسِ
''Ridhalah dengan apa yang dibagikan Allah SWT untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.'' (HR Turmudzi). 

Tidak menerima apa yang sudah dimiliki, hanya akan memancing kemarahan, kebencian, stres, permusuhan, bahkan sikap negatif lainnya. Alih-alih mengharap ridhonya Allah, sikap tidak pernah puas ini justru memancing murkanya Allah. Sifat lebih mencintai dunia ini akan menghilangkan rasa qonaah, tidak merasa cukup atas pemberian Allah

Segala sesuatu kadang harus dipaksakan. Seperti itu juga bersyukur,belajar menerima dengan lapang hati atas ketetapan Allah. Paksakan diri untuk ikhlas, merasa cukup dengan apa yang dimiliki, sehingga hidup terasa lebih bermakna, lebih berarti. Jadikanlah keridhoaan itu dengan mengosongkan hati dari berbagai sangkaan dan membiarkannya hanya untuk Allah SWT

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memberitahukan ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (Q.S Ibrahim : 7)

Ternyata untuk menjadi manusia paling kaya itu mudah yaitu, dengan ridha atas apapun yang Allah taqdirkan untuknya. Menerima yang sedikit dan menganggapnya banyak. " Tidak ada nikmat yang kurang, yang ada hanya syukur yang kurang, jika kamu menginginkan lebih, maka bersyukurlah ", demikian nasehat Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan

 اِكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya : Ya Allah cukupilah kami dengan yang halal, sehingga kami tidak menyentuh yang haram, dengan ketaatan kepada-Mu, sehingga kami tidak mendekati kedurhakaan dan dengan anugerah-Mu, sehingga kami tidak menoleh kepada selain-Mu. Washallallaahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam.

Posting Komentar untuk "Menjadi Manusia Paling Kaya"