*6
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Naik Haji Jaman Dulu


Berhaji merupakan perjalanan ibadah yang dirindukan umat Islam didunia, siapapun itu sangatlah beruntung diberi kemampuan menjadi tamu Allah dalam menyempurnakan rukun ibadah Islam kelima ini. Sebab tidak semua dimampukan Allah berhaji meskipun orang tersebut mampu secara harta dan sehat badan

Perjalanan ibadah haji dari tahun ketahun telah mengalami kemudahan dan kemajuan, calon jamaah haji cukup menyediakan dana besar untuk mendapatkan fasilitas selama dalam perjalanan ibadah ini. Meskipun modus operandi agen haji sudah terjadi sejak jaman dulu, namun tidak menyurutkan kerinduan umat muslim untuk  beribadah ditanah suci mekkah

Dulu, kapal laut menjadi akomodasi utama menuju kota Mekah, hingga para jamaah haji harus berbulan-bulan lamanya dalam perjalanan kapal laut untuk menunaikan ibadah suci ini. Jadi bila orang tua menunaikan ibadah haji, keluarga lain yang ditinggal hanya pasrah dalam doa, kabar para jamaah haji itu hanya bisa di dengar dari berita di radio saja. 


Ragam kesulitan dialami para jamaah haji jaman dulu, mulai terbatasnya pengetahuan yang memadai sebelum pergi ke tanah suci. Ketidaktahuan para calon jemaah haji atas bekal apa yang harus dibawa, antara lain masalah jumlah nilai uang yang dibutuhkan, keselamatan di perjalanan, membuat perjalanan haji itu menjadi suatu perjuangan antara hidup dan mati.

Dulu banyak jamaah yang terlantar di pulau lain, hingga ada juga kabar sebutan Haji Singapura karena calon jamaah haji tertipu dan terpaksa membeli surat keterangan di Singapura,  agar tak malu ketika pulang ke kampung

Para calon jemaah yang masih punya uang akhirnya membeli surat keterangan di Singapura yang isinya menyatakan bahwa mereka telah melaksanakan ibadah haji di Mekah. Mereka kemudian dijuluki “Haji Singapura”.

Posting Komentar untuk "Naik Haji Jaman Dulu"