*6
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Raih Tawakal Ikhtiar Karena Allah

Kebutuhan paling malah dalam hidup ini adalah kebutuhan batin. Tidak ada artinya memiliki segalanya bila Allah cabut ketenangan batin. Hidup bukan hanya memerlukan materi. Kita pun memerlukan kebutuhan lain yaitu fisik yang sehat, akal yang berfungsi optimal, dan hati yang lapang. Dan, tidak ada yang tahu kebutuhan kita selain Dia yang telah menciptakan kita. 

Apalah artinya punya harta melimpah tetapi hati selalu merasa tidak cukup, bawaanya kurang terus, miskin terus, disiksa oleh yang tidak ada. Punya kedudukan tinggi, kekuasaan yang besar, tetapi hati takut ada yang merebut, hidup kita pun dijamin tidak akan nyaman. Begitu pula saat punya rumah bagus, kasur empuk, tetapi hatinya penuh kegelisahan, semuanya menjadi tidak ada artinya. Karenanya hati yang tenang itu mahal harganya.

Kunci memiliki hati yang tenang manakala hati tidak bersandar, tidak berharap, tidak bergantung, sekecil apapun selain hanya kepada Allah Ta'ala. Jika demikian, Allah pasti akan mencukupi kebutuhannya dengan Sempurna.

Hidup akan nikmat bila tidak mengharap apapun selain hanya dari AIIah Ta'aIa. Hati ini tidak berharap kepada yang lain, sekecil dan sehalus apapun. Kalau berbuat, cukup Allah yang tahu. Orang mau tahu mau tidak, orang mau mengakui mau tidak, orang mau menghargai mau tidak, tidak ada masalah. Allah melihat sudah cukup.

Jadi, pemahaman bahwa Allah yang menciptakan kita, Allah yang tahu persis kebutuhan kita, bahwa Dia lebih tahu dari kita sendiri, dari siapapun juga, menjadi hal yang layak untuk kita miliki dan kita latih terus menerus. Berlatihlah terus agar tidak ada yang kita sandari selain AIIah Ta'aIa.


Kalaupun kita bergaul dengan orang, bekerja, punya tabungan, ada dana jaminan hari tua, hal itu jangan sampai menjadikan kita melepaskan sandaran kepada Allah Ta'ala. Bukan jaminan hidup akan lebih baik bila di kelilingi oleh orang-orang punya materi, punya jabatan

Semakin sempurna tawakalnya, kita akan seperti burung terbang. Menurut Rasulullah SAW, burung terbang pulangnya pasti kenyang. Orang yang hatinya tawakai kepada Allah, bulat dan utuh, rezekinya pasti akan dijamin. Namun, penting untuk didasari bahwa tawakal itu tempatnya di hati. Tawakal itu bagian dari ikhtiar hati sehingga tidak mudah orang bisa tawakal.

Datangnya pertolongan Allah kadang tidak di tempat yang kita ikhtiari. Allah memiliki kehendak yang sempurna tentang apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Maka, Jangan ragu karena setiap ikhtiar pasti dilihat oleh Allah, baik lahir maupun batin, dan tidak pernah disia-siakan-Nya.

Lalu, mengapa kita harus bertawakal kepada Allah Ta'ala? Sebab, Allah yang punya semuanya. Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita sehingga hanya Dia yang kuasa menakdirkan segala sesuatu. Adapun kalau bersandar pada makhluk, hidup pasti gelisah. Kalau tawakal kepada Allah, dari awal kita sudah bahagia. Jadi, tawakal itu sepanjang waktu, dari awal sampai akhir.

Sempurnanya tawakal tidak boleh menghambat ikhtiar. Rasulullah SAW sempurna tawakalnya, tetapi ketika hijrah Rasulullah SAW tetap bersiasat. Ketika hendak berperang, Rasulullah SAW menggunakan dua lapis baju besi. Padahal, beIiau tahu persis nyawa beliau dalam genggaman Allah, dan tidak akan celaka tanpa izin Allah Ta'ala.

Jadi, ikhtiar itu termasuk ibadah dan sebentuk amal saleh kita, tawakal juga begitu. Jangan sampai karena ikhtiar tidak tawakal atau karena tawakal jadi tidak ikhtiar. Kavlingnya bukan setengah-setengah, tetapi seratus persen.

Oleh karena itu, luruskan niat bahwa kita bekerja itu amal saleh, sempurnakan ibadah yang bagus. Jangan sampai karena kesibukan dunia, ibadah jadi berantakan. Bekerja lah yang profesional, tetapi hati tidak pernah bergantung kepada ikhtiar, cukup Allah saja. Meraih tawakal dan iktiar semata Allah ta'ala

Sumber : Aa Gym

Posting Komentar untuk "Raih Tawakal Ikhtiar Karena Allah"